Impian Dan Cita Cita ku Tanpa Batas

Impian Dan Cita Cita Ku Tanpa Batas

 
resonansijiwaam.blogspot.com


Hidup sebeneranya adalah kerja keras untuk mendapatkan kesuksesan, ya seperti Impian dan Cita-cita kita yang ingin kita raih. Tentunya kita harus melakukan hal-hal yang baik yang bisa kita lakukan walaupun itu di mulai dari hal yang terkecil. Seorang petualang tentunya akan melakukan hal apa saja demi mencapai sebuah tujuan yang di ingini.

Jika dia memang benar-benar seorang pendaki gunung, maka batu terjal, hutan rimba, cuaca yang dingin sudah tentu menjadi hambatan untuk dilewati agar sampai ke puncak yang dituju. dan jika dia adalah seorang petinju handal maka ia akan berusaha mengalahkan lawannya dengan sebaik mungkin. Dan masih banyak hal yang membuat seseorang mempertaruhkan dirinya untuk sebuah Impian dan Cita-citanya.

Mimpi itu tidak bisa di genggam dengan mudah, perlu sakit, susah, putus asa,sedih dan masih banyak hal yang harus ditempuh. Dengan demikian salah satu dari Barometer Keberhasilan adalah kerja keras dan  komitmen diri. Maka wajar saja pepatah mengatakan " Seberapa besar usahamu maka sebesar itu pula yang akan kamu peroleh ". Lantas bagaimanakah kita bisa menghadirkan semangat kerja keras dalam mencapai sebuah kesuksesan ???...

Yang pertama kita harus berani bermimpi. “Al-kullu yubda’u bil ahlam” semua itu berawal dari mimpi. Seberapa besar impianmu dan seberapa besar pula mimpi itu untukmu.

Sejarah telah mengukir jejak para petualang kehidupan yang sukses. Bahwa banyak di antara mereka adalah orang yang fokus terhadap impian mereka. Siapa yang tak kenal dengan sosok imam besar yang satu ini, imam Syafi’i.
Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa beliau sangat ingin sekali pergi ke Mesir untuk bisa belajar kepada ulama-ulama Mesir terutama kepada
Imam Al-laisi, namun karena hidup dengan kondisi kekurangan ketika itu, akhirnya setelah bertahun-tahun barulah impian beliau untuk bisa ke Mesir terwujud. Impian memang tak mengenal batas, dengan mimpi orang dapat melakukan apa saja yang ia Inginkan walau harus melakukan hal yang terpahit sekalipun, tak ada yang dapat menghalangi usahanya jika impian sudah ditetapkan.
Kemudian, jadikan kesulitan itu sebagai energi untuk menuju sukses. Bagi orang yang memiliki impian yang kuat maka halangan dan rintangan bukan lagi menjadi penghambat, justru keduanya menjadi energi positif yang dapat menghantarkan dirinya kepada impian yang ia inginkan. Seorang imam Malik sebelum beliau menjadi ulama besar, dikisahkan bahwa beliau pernah menjual atap rumahnya untuk bekal menuntut ilmu, dengan kondisi kekurangan seperti itu justru imam Malik muncul sebagai sosok ulama darul hadits yang termasyhur di kalangan Madinah ketika itu. Demikian pula imam Syafi’i karena kemiskinannya beliau terpaksa harus mengais-ngais sampah untuk mendapatkan kertas, namun beliau sangat sabar dan mampu melewati masa-masa itu sehingga nama beliau dikenang sampai saat ini. Terbukti bahwa semua kesulitan itu telah menghantarkan mereka untuk merubah mimpi menjadi kenyataan.
Selanjutnya, kesuksesan yang tertunda itu bukan berarti kegagalan selama-lamanya. Mungkin masing-masing kita pernah merasakan hal yang satu ini. Misalnya gagal ketika mengikuti ujian nasional (UN), gagal untuk mendapatkan beasiswa di universitas yang ada di Indonesia, atau rosib (tidak naik tingkat) dalam imtihan di Al-Azhar. Namun siapa yang menyangka justru semua kegagalan itu kini berakhir dengan hikmah yang luar biasa. Misalnya yang dulunya tidak lulus beasiswa di Indonesia, namun kini mendapatkan kesempatan belajar di universitas Al-Azhar, universitas Islam tertua di dunia. Demikian pula halnya yang tahun lalu rosib, justru kini najah (naik tingkat) dengan nilai terbaik. Semua Itu mungkin hanya sebagian hikmah yang bisa kita petik dari sebuah keberhasilan yang tertunda. Dan tentunya Allah pasti jauh lebih tau terhadap apa yang kita butuhkan.

Semua hikmah itu akan terasa manis ketika kita tahu bahwa kesuksesan yang tertunda bukan berarti kegagalan untuk selama-lamanya. Ingat kesuksesan yang tertunda, bukan berarti impian kita telah berakhir, ketahuilah bahwa akan ada hikmah dan kesuksesan selanjutnya. Dalam sejarahnya
imam Syafi’i yang gagal untuk bertemu dengan imam Al-laisi (Mesir) ketika itu dikarenakan kekurangannya tidak lantas membuat imam Syafi’i patah semangat, bahkan beliau mampu mendapatkan yang lebih baik dari itu semua, hingga akhirnya beliau bisa menetap di Mesir sampai akhir hayatnya.
 

"Yakinilah bahwa bagaimanapun impian tak akan mengenal batas, siapa pun ia yang ingin sukses harus berani bermimpi dan berani bekerja keras untuk mewujudkan impiannya. Jangan khawatirkan batas antara impian dan kenyataan. Jika kita dapat memimpikannya, maka insya Allah kita dapat mewujudkannya. Tapi ingat kawan kita tidak dapat hanya duduk dan menunggu seseorang hadir kemudian memberikan mimpi emas. Kita harus keluar dan membuatnya terjadi pada diri kita sendiri”. 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Syukuri dan Nikmati Setiap Proses Yang Terjadi